Rabu, 22 Maret 2017

TANGGUNG JAWAB MURID


1). Etika yang harus diperhatikan dalam belajar
– Membersihkan hati dari berbagai gangguan keimanan dan keduniaan
– Membersihkan niat, tidak menunda-nunda kesempatan belajar, bersabar dan qanaah
– Pandai mengatur waktu
– Menyederhanakan makan dan minum
– Berhati-hati (wara’)
– Menghindari kemalasan
– Menyedikitkan waktu tidur selagi tidak merusak kesehatan
– Meninggalkan hal-hal yang kurang berfaedah.
 
Dalam hal ini terlihat, bahwa Hasyim Asy’ari lebih menekankan kepada pendidikan ruhani atau pendidikan jiwa, meski demikian pendidikan jasmani tetap diperhatikan, khususnya bagaimana mengatur makan, minum, tidur dan sebagainya. Makan dan minum tidak perlu terlalu banyak dan sederhana, seperti anjuran Rasulullah Muhammad saw. Serta jangan banyak tidur, dan jangan suka bermalas-malasan. Banyakkan waktu untuk belajar dan menuntut ilmu pengetahuan, isi hari-hari dan waktu yang ada dengan hal-hal yang bermanfaat.

2). Etika seorang murid terhadap guru
– Hendaknya selalu memperhatikan dan mendengarkan guru
– Memilih guru yang wara’
– Mengikuti jejak guru
– Memuliakan dan memperhatikan hak guru
– Bersabar terdapat kekerasan guru
– Berkunjung pada guru pada tempatnya dan minta izin lebih dulu
– Duduk dengan rapi bila berhadapan dengan guru
– Berbicara dengan sopan dan lembut dengan guru
– Dengarkan segala fatwa guru dan jangan menyela pembicaraannya
– Gunakan anggota kanan bila menyerahkan sesuatu pada guru.

Etika seperti tersebut di atas, masih banyak dijumpai pada pendidikan pesantren sekarang ini, akan tetapi etika seperti itu sangat langka di tengah budaya kosmopolit. Di tengah-tengah pergaulan sekarang, guru dipandang sebagai teman biasa oleh murid-murid, dan tidak malu-malu mereka berbicara lebih nyaring dari gurunya. Terlihat pula pemikiran yang ditawarkan oleh Hasyim Asy’ari lebih maju. Hal ini, misalnya terlihat dalam memilih guru hendaknya yang profesional, memperhatikan hak-hak guru, dan sebagainya.

3). Etika murid terhadap pelajaran
– Memperhatikan ilmu yang bersifat fardhu ‘ain
– Berhati-hati dalam menanggapi ikhtilaf para ulama
– Mendiskusikan dan menyetorkan hasil belajar pada orang yang dipercaya
– Senantiasa menganalisa dan menyimak ilmu
– Bila terdapat hal-hal yang belum dipahami hendaknya ditanyakan
– Pancangkan cita-cita yang tinggi
– Kemanapun pergi dan dimanapun berada jangan lupa membawa catatan
– Pelajari pelajaran yang telah dipelajari dengan continue (istiqamah)
– Tanamkan rasa antusias dalam belajar.    

0 komentar:

Posting Komentar