Kamis, 02 Maret 2017

MENDIDIK ITU MEMBANGUN JIWA


Dalam sebuah forum seorang ustadz bertanya kepada KH. Abdullah Syukri Zarkasyi Pengasuh PP Darussalam Gontor Ponorogo. "Apa rahasia agar institusi pendidikan maju dan diminati masyarakat ?"

Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab dg pepatah Arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة

"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran"

Jadi, sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal.

Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya....

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة

"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran"

Sehingga, sebagus apa pun metode pembelajaran,  tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.

Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:

المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس

"Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru  jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri."

Ungkapan yang sangat luar biasa!

Jiwa Guru jauh lebih penting. Kekuatan batin,  lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir.

Kyai Syukri menjelaskan bahwa cara  membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Alloh (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه ).

Dengan melakukan amalan-amalan wajib,  ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah.

Bayangkan jika kita mengajar dgn jiwa. Niat kita ikhlas dalam mengajar, membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati.

Disiplin ketika mengajar dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran.

Berakhlak baik kepada murid. Mendoakan mereka di setiap selesai sholat  kita atau bahkan mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.

Insyaa Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung jiwa.

Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita.

Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati,  akan diterima oleh hati.

Pembelajaran kita di kelas akan penuh makna, para murid akan selalu mengenang kita sebagai guru yang luar biasa dan pahala yang besar telah menanti kita di akhirat nanti.
Insya Allah.

Disadur dari tulisan Febri Suprapto.

Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar