Minggu, 15 Januari 2017

KENALILAH DIRIMU

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Segala puji bagi Allah yg dengan limpahan kasih sayangNya..telah menjadikan alam begitu indah., hingga Sang mentari pagi berlomba dgn cicit pipit yang bersahutan dimana dendangnya merinai kesejukan ..dan merdunya melerai tabir kabut yg menyeruak alam.

Maakhalaqta haadza baatilaa..,sungguh tiada ada cacat yg tergores pada bongkah cintaNya..,tiada ada noda pada tirai ketulusanNya dan tiada ada rona bosan yg terbesit pada tiap janji - janjiNya.

Itulah Allah SWT..,Sang Kekasih yg kadang kita lupa tuk mengenangnya, kita lupa tuk menyapanya pada detak hari yg kian susut.,hingga cintanya yg tidak pernah pudar itu berbalas pengkhianatan  hamba-hambanya yg terpuruk lembah jelaga hati yg pekat.

Terkadang diri kita menjadi khilaf..atau memang dibuat menjadi khilaf yang pesonanya menoktah pada tiap perjalanan hari, hingga kita begitu terlena menyauh cinta pada sang Fatamorgana..,padahal cinta itu begitu mengecewakan.,menyayat hati, walau berawal pada rytme yg mendayu Syurga, hingga leburnya pada akhir sang kisahnya bagai pantai di pukul ombak.hilang tak berbekas..tinggalah buih yg terseret gelombang hampa.

Itulah cinta yg tanpa terimprovisasi oleh rasa ubudiyah hingga geloranya tergerak tanpa ta'zhim yg menjiwa, akibatnya kondisi jiwa yg seharusnya terpupuk oleh Mahabah ilallah itu menjadi gersang. Hidupnya terpenuhi oleh sifat-sifat yg tak memenuhi ( puas ), karena itulah sifat sang Dunia.yg dahaganya bagai air laut yg merontangkan jiwa.

Ada sebersit untai kasih pada AlQu'ran S. 42 : 19 yg berbunyi " Allahu latiifu bi'ibaadihi yarruzuqu manyasyaau wahuwalqawiyyul'adziizu..,yg artinya Sesungguhnya Allah itu lembut terhadap hamba-hambanya , Dia memberikan rizki kpd siapa yg dikehendakinya, dan Dialah yg maha kuat lagi Maha Perkasa .." , 
Subhaanallah sebuah ungkapan yg tulus serta lembut dan mengandung ketegasan akan sifat kekuasaanNya. Sebuah sifat yg sempurna dimana tiada ada satu makhlukpun yang dapat menandingi sifat2 tersebut. Sehingga setiap ketentuannya yang Allah berlakukan entah berupa Rahmat dan hukuman tidak lepas dari sifat Kasih-sayang dan KeadilanNya yang hakiki.

Banyak cara dalam upaya membalas cinta Allah tsb, dengan harapan akan kedekatan yg indah selalu bersamanya, salah satunya adalah mengenal jauh tentang diri kita sendiri..Man'arafa nafsahu faqad'arafa rabbahu..barang siapa mau mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhanNya..,sehingga manusia-manusia yang selalu berusaha mengenal Tuhannya melalui dirinya tsb, adalah menjadikan hidupnya penuh dgn introspeksi diri..,dimana secara jujur mengakui segala kekurangannya dgn cara Muhasabah ditengah sunyinya malam, dalam derai isak tangis ampunan atas segala langkah langkahnya yg lalai.

Muhasabah dan Muqarabbah tersebbut berawal dari sebuah niatan yg kuat akan peran serta kedudukannya sebagai seorang hamba yg Dho'if , dimana segala ketergantungan dalam hidupnya bermuara serta berakhir dalam genggamanNya.,maka dgn pengakuan Allah didalam Al-qur'an yg mengatakan.." Uulaaika yusaari'uuna filkhairaati wahum lahaa saabikuuna.'Mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dan merekalah yg segera memperolehnya.

Itulah janji Allah kepada orang-orang yg berusaha untuk mencari kebaikan yang berwujud pada sebuah ungkapan cinta kepada Allah ( taqwa ) sehingga .." Waanna sa'yahu saufayuraa ..Usaha-usahanya tsb akan diperlihatkan (Qs 53 :40 ) baik didunia berupa ketenangan didalam hidup, serta kepuasan yang tiada berakhir didalam yaumil akhir kelak.

Contoh-contoh singkat lain dalam upaya mencari Cinta serta keridhoanNya, adalah salah satunya memelihara anak2 yatim serta mengupayakan kehidupannya, menolong para fakir miskin dengan mencarikannya sebuah solusi hidup yang terbaik, melindungi para janda-janda syuhada di medan konflik, serta orang2 yang selalu menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Dan mereka-mereka itu selalu mengais kasih dengan cara mengetuk keridhoanNya disepertiga malam.,memohon ampun atas segala peluh alpa yg telah tersimbahkan..hingga rintih pada sisipan do'anya..berbunyi..

'Rabbanaa laatudzig quluubana.ba'daidzhadaytanaa'
Wahai Allah janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepad kesesatan setelah Engkau beri petunjuk..

'Wahablanaa minladunka rahmatan..'
Dan karuniakanlah kepad kami Rahmat dari sisi Engkau..

Innaka antal wahaabu.
Sesungguhnya Engkaulah maha pemberi Rahmat.( Qs 03:08 )

Wahai Allah aku memohon padaMu terhadap apapun yg Engkau putuskan bagi hidupku..
Dan kesejukan hidup setelah matiku..
Serta kelezatan memandang wajahMu..
Dan kerinduan saat berjumpa denganmu.
Sungguh yang kurasa saat paling menyenangkan adalah saat merindu dgn Mu, dan saat yg paling indah ketika melepas rindu bersama keridhoanMu.

Billahit taufiq wal hidayah
Wallahu a'lam bish-shawab.

Satya Pujangga

0 komentar:

Posting Komentar